Jumat, 29 April 2016

Data, Pengertian, jenis, Teknik Populasi dan Sampel



Pengertian Data
Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat. Menurut Webster New World Dictionary, pengertian data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti). Data dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Data bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan (obsevasi) suatu objek. Data yang baik adalah data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable), tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas atau bisa memberikan gambaran tentang suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.
Jenis Data
* Menurut Sifatnya
a.       Data Kualitatif
Data kualitatif disajikan bukan dalam bentuk bilangan-bilangan(non-numerik) seperti suku bangsa, jenis kelamin, agama, dan kualitas barang.
b.      Data Kuantitatif
Data kuantitatif disajikan dalam bentuk bilangan-bilangan seperti: potensi pasar untuk produk-produk baru , anggaran belanja bulanan, junlah mahasiswa menurut jurusan dan data ekspor-impor suatu negara.

Menurut Cara Memperolehnya (Teknik)
a.       Data Primer
Data primer merupakan data yang langsung diperoleh dari lapangan melalui percobaan, survei, dan data observasi. Misalnya seorang peneliti ingin  mengetahui antara besarnya biaya yang dikeluarkan untuk promosi dan volume penjualan   komoditas tertentu.
b.      Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari data primer, biasanya dalam publikasi berupa tabel-tabel, seperti data harga, data impor-ekspor, dan data produksi. Data yang dipublikasikan oleh Biro Pusat Statistik selalu berupa data sekunder.


Menurut Waktu
a.       Data Silang
Data silang merupakan data yang dikumpulkan dalam waktu yang sifatnya temporer. Misalnya data hasil penelitian pemasaran pakaian jadi di Medan pada tahun 2012.
b.      Data Berkala
Data berkala merupakan data yang dikumpulkan setiap periode tertentu. Misalnya jumlah impor mobil mewah menurut tahun , dari tahun 2011 s/d 2012.

Menurut Sumbernya
a.       Data Internal
Data internal merupakan data yang dikumpulkan oleh unit kerja tertentu dalam lingkungannya untuk keperluan sendiri. Misalnya data mahasiswa, dosen, pegawai , keuangan dan peralatan FISIP USU.
b.      Data Eksternal
Data eksternal merupakan data yang diambil dari unit lain. misalnya data FISIP USU, kemudian digunakan oeh BPS, maka data tersebut merupakan data eksternal bagi BPS.
c.       Skala Pengukuran
Skala Pengukuran/Penilaian adalah satuan – satuan ukuran yang digunakan untuk mengolah data mentah (raw data) secara statistika. Skala pengukuran menentukan kesimpulan data setelah diobservasi.

Pembagian skala pengukuran
Jenis skala pengukuran ada 4 yaitu:
1.      Skala Nominal
Skala nominal digunakan untuk pengukuran hanya memperhatikan golong atau mengukur data secara kategoris, seperti anggota kelompok, agama, suku bangsa, dan lain-lain.
2.      Skala Ordinal
Skala ordinal digunakan untuk pengukuran yang disamping memperhatikan golongan juga memperhatikan uruan atau orde, misalnya : A= hasil baik; B= hasil cukup dan; C= hasil sedang

3.      Skala Interval (selang)
Skala interval digunakan untuk pengukuran yang memperhatikan golongan, urutan, dan jarak, misalnya thermometer.
4.      Skala Rasio( nisbah)
Skala bisbah digunakan untuk pengukuran yang memperhatikan golongan, urutan, panjang, dan perbandingan atau ratio, misalnya ukuran panjang, berat, dan waktu dengan nol sebagai patokan.
Skala nominal dan skala ordinal digunakan untuk pengukuran yang bersifat kualitatif, sedangkan skala interval dan skala nisbah digunakan untuk pengukuran yang sifatnya kuantitatif.
Pengertian atau definisi populasi
Populasi adalah merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Itulah definisi populasi dalam penelitian.
Populasi di sini maksudnya bukan hanya orang atau makhluk hidup, akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Bahkan satu orangpun bisa digunakan sebagai populasi, karena satu orang tersebut memiliki berbagai karakteristik, misalnya seperti gaya bicara, disiplin, pribadi, hobi, dan lain sebagainya.
Di bawah ini beberapa pengertian populasi menurut para ahli:
  • Menurut, Ismiyanto – populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang, benda, / suatu hal yang di dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan informasi (data) penelitian.
  • Sedangkan Arikunto – Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
  • Dan menurut Sugiyono – Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subjek yang mempunyai kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Pengertian Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Jika populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari seluruh yang ada di populasi, hal seperti ini dikarenakan adanya keterbatasan dana atau biaya, tenaga dan waktu, maka oleh sebab itu peneliti dapat memakai sampel yang diambil dari populasi. Sampel yang akan diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representatif atau dapat mewakili.

apa itu populasi?
Cara atau teknik pengambilan sampling
Teknik Sampling yaitu merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai macam teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan dipakai dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) maca yaitu probability sampling dan non-probability sampling. berikut dibawah ini penjelasannya:
Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, tekhnik ini terdiri atas:
  • Simple random sampling: dikatakan simple atau sederhana sebab pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak, tanpa memperhatikan strata yang terdapat dalam populasi tersebut. Cara ini dapat lakukan jika anggota populasi dianggap homogen.
  • Dispropotionate Stratified Random Sampling: Suatu teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel, jika populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
  • Proportionate stratified random sampling: salah satu teknik yang digunakan jika populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen serta berstrata secara proporsional.
  • Area sampling (Cluster sampling): Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten.
Non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel,  teknik ini terdiri atas:
  • Sampling Sistematis: suatu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
  • Sampling Kuota: Teknik untuk menentukan sampel yang berasal dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Seperti misalnya, jumlah sampel laki-laki sebanyak 70 orang maka sampel perempuan juga sebanyak 70 orang.
  • Sampling aksidental: Sauatu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipakai sebagai sampel, jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok untuk dijadikan sebagai sumber data.
  • Purposive Sampling: Suatu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau sleksi khusus. Seperti misalnya misalnya, kamu meneliti kriminalitas di Kota atau daerah tertentu, maka kamu mengambil informan yaitu Kapolresta kota atau daerah tersebut, seorang pelaku kriminal dan seorang korban kriminal yang ada di kota tersebut.
  • Sampling Jenuh: Suatu teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering sekali dilakukan jika jumlah populasi relatif kecil atau sedikit, yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang relatif kecil.
  • Smpling Snowball: Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil atau sedikit, lalu kemudian membesar. Atau sampel berdasarkan penelusuran dari sampel yang sebelumnya. Seperti misalnya, penelitian mengenai kasus korupsi bahwa sumber informan pertama mengarah kepada informan kedua lalu informn seterusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar